Ku lihat ia, dalam hari-hari biasa
Begitu sepi seperti tak berpenghuni
Megahnya, kokoh bangunannya, luas
halamannya
Ku teliti…
Hanyalah paruh baya dan tua renta
yang menghidupkannya
Aku rindu bulan istimewa tiba
Canda tawa anak-anak sebaya
Banyak pedagang kaki lima
Terjadi di surau kami…
Suara panggilannya begitu terdengar
keras
Membangkitkan jiwa-jiwa yang layu
Menghidupkan hati-hati yang mati
Itulah surau kami…
Senangku dan sedihku jadi satu
Hanyalah terjadi di 1 bulan istimewa
Ramadhan tiba…
Senangku masih bertemu bulan itu
Sedihku setelah bulan itu berlalu
Surau kami kembali ke peradabannya
Nan sepi…
Andai seluruh bulan itu adalah
Ramadhan
Surau kami tak akan
pernah begini…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar