Kamis, 16 Juni 2016

Ma'afkan Aku Mencintaimu...



Kala sore itu angin semilir menghadirkan sosokmu di antara bayang-bayang senja
Kamu tersenyum… Aku tersenyum…
Kata-kata dan sebuah sapa saling menguap, berurai menjadi sebuah perhatian
Oh cinta ternyata sesederhana ini…
Kita saling menanti kabar dalam dekap rindu dan resah bercampur gelisah
Gengsi masih menjadi juara dalam cerita tentang kita
Rasa takut kehilangan saling disembunyikan
Berjuta ragu tak bosan menghampiri
Berjuta tanya datang dan terus menyapa
Tapi tetap saja kita tak saling mengungkap rasa
Sungguh rasa ini perlahan membunuh !
Ma’afkan aku mencintaimu…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar