Kala sore itu angin semilir
menghadirkan sosokmu di antara bayang-bayang senja
Kamu tersenyum… Aku tersenyum…
Kata-kata dan sebuah sapa saling
menguap, berurai menjadi sebuah perhatian
Oh cinta ternyata sesederhana ini…
Kita saling menanti kabar dalam
dekap rindu dan resah bercampur gelisah
Gengsi masih menjadi juara dalam
cerita tentang kita
Rasa takut kehilangan saling
disembunyikan
Berjuta ragu tak bosan menghampiri
Berjuta tanya datang dan terus menyapa
Tapi tetap saja kita tak saling
mengungkap rasa
Sungguh rasa ini perlahan membunuh
!
Ma’afkan aku
mencintaimu…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar