Apalah artinya menunggu ?
Ketika aku tahu kau yang ku perjuangkan semakin menjauh…
Apalah artinya cinta ?
Ketika aku tahu kau tak pernah mencinta…
Apalah artinya genggaman ?
Ketika aku tahu kau dengan mudah melepaskan…
Bagi jiwa ini, kesetiaan tidaklah mudah disaat yang slalu diharapkan selalu membuat kecewa.
Kau tahu… Dunia semakin sinis disaat yang ku harap berjalan pergi tanpa kalimat terakhir.
Canda, tawa, tegur sapa hanya menguap menjadi kenangan semata.
Tak berarti lagi dan kau ucap apa itu yang disebut sebagai takdir.
Langit memang luas tak bertepi pandang…
Lalu bagaimanakah aku mengejar mimpiku ini yang kian menghilang ?
Tertatih…
Tangisanku tumpah lirih…
Hari ini matahari tak nampak
Tetesan langit itu mulai terjatuh
Nafasku mulai sesak
Pandanganku fokus ke arah nun jauh
Selalu ada cerita tentang sajak-sajak bersayap
Selalu ada do’a disetiap malam yang sunyi senyap
Yang ku hantarkan sebagai pengganti pelukan yang mendekap
Bahagiakah ?
Ceriakah kau di sana ?
Kini… Kepastian berjalan beriringan dengan kenyataan
Bagaimana bisa kau sampai sebisu ini ?
Mengapa kau memejamkan pandangan…
Lihatlah aku di sini…
Kekasihku, kecintaanku, idamanku…
Aku titipkan puisi ini sebagai pengganti bunga di pusara indahmu…
Salam rindu dariku.
Untukmu….
Cirebon, 30 Mei 2016
20.00 pm