Selasa, 21 Oktober 2014

Sadarku...




Menyapa rindu mengalir di dalam hati.
Mengikuti liku-liku tak bertepi.
Membawa pesona dirimu dalam diri.
Atas keinginan dan rasa terbawa bersama arus sendiri.

Sederhananya kamu membuat aku mengerti bahwa cinta datang dari hati...
Indah, bersahaja, layaknya anugerah dari-Nya.
Mengalahkan dendam, mengalahkan amarah...
Menciptakan banyak imajinasi dalam logika.

Tak terpaksa tak ada yang memaksa.
Yaa... Sewajarnya saja yang aku rasa.
Mengalun bagai melodi indah di dalam asa...
Aku terbawa dalam fatamorgana-Nya yang indah.

Ini senja nan pilu namanya dikala semuanya beranjak hilang tak berarti.
Dan walau ku coba pahat semua rasa ini.
Tapi... Tetap saja kehadiranmu itu adalah semu dan sepi...

Jadi biarlah aku berkelana dengan pena yang tak terasah...
Hingga perjalanan ini kan terhenti menuju abad.
Hingga rasa ini pudar dengan sendirinya.
Dan atas kehendak-Nya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar