Menyapa rindu mengalir di dalam hati.
Mengikuti
liku-liku tak bertepi.
Membawa
pesona dirimu dalam diri.
Atas
keinginan dan rasa terbawa bersama arus sendiri.
Sederhananya
kamu membuat aku mengerti bahwa cinta datang dari hati...
Indah,
bersahaja, layaknya anugerah dari-Nya.
Mengalahkan
dendam, mengalahkan amarah...
Menciptakan
banyak imajinasi dalam logika.
Tak
terpaksa tak ada yang memaksa.
Yaa...
Sewajarnya saja yang aku rasa.
Mengalun
bagai melodi indah di dalam asa...
Aku terbawa
dalam fatamorgana-Nya yang indah.
Ini
senja nan pilu namanya dikala semuanya beranjak hilang tak berarti.
Dan
walau ku coba pahat semua rasa ini.
Tapi...
Tetap saja kehadiranmu itu adalah semu dan sepi...
Jadi
biarlah aku berkelana dengan pena yang tak terasah...
Hingga
perjalanan ini kan terhenti menuju abad.
Hingga
rasa ini pudar dengan sendirinya.
Dan atas kehendak-Nya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar