Kenapa harus mengingat pekatnya ?
Ketika tiupan mesranya menyilaukan mata
Hingga kelembutan itu menjadikan hati lepas
dari raga
Dan membuatnya menari terus dengan riang
gembira.
Ingatkah ketika hembusan dingin itu
Menyejukkan panas yang semakin membara
Kemudian membelai lembut wajah
Ketika ia berbisik halus akan kecintaannya ?
Setiap akal kembali segar
Setelah lelap diperaduan
Kenapa harus kembali hitam yang terekam ?
Tak ingat kah engkau dengan berjuta
perhatiannya ?
Berjuta kebaikannya ?
Berjuta kelembutannya ?
Berjuta kasih sayangnya ?
Atau akan hangat belaiannya ?
Harum pelukannya ?
Beserta kata-kata cintanya yang tak pernah
bosan diumbar ???
Hanya karena ingin bersaing dengan
bermilyar-milyar bintang di langit
Bukan kah tiupan mesra itu telah kembali
hadir ?
Ketika gelombang besar pernah menghantam
Dan menghilangkannya untuk seketika
Seakan tersesat diantara ombak besar
Tapi ia kembali pada akhirnya...
Senyum dan tatapan lembut itu telah kembali
Untuk ditelusuri setiap ia terlelap dengan
suara indahnya
Yang hanya kepada engkau seorang saja ia
perdengarkan
Sudahi saja semua episode kelam itu !!!
Meski mungkin suatu saat akan kembali hadir
Dengan berjuta bentuk dan rupa
Nikmati setiap kehangatannya
Syukuri apa yang telah ia hadirkan
Ketika Angin asyik membisikkan cintanya
Hadirkan senyum mu yang paling indah
Meski hati mu telah
bergaris...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar