Jika...
Di
saat itu aku tak pernah mewarnai hatiku dengan berbagai imajinasi di fikiranku,
mungkinkah kau akan hadir sebelum aku buka hatiku ini?
Jika aku tak selalu menjadi someone yang terlalu polos, mungkinkah kau tertarik dan memasukkan
namaku ke daftar interest woman di
hatimu?
Jika aku tak punya prinsip dalam hidup, mungkinkah tak ada yang kau patahkan
dari sebagian prinsip hidupku?
Jika aku tak pernah bertanya tentang “bagaimana
kabarmu?” “sehatkah?” apa yang sedang
kamu lakukan saat ini?” mungkinkah
kau akan bercerita tentang keadaanmu?
Jika aku tak pernah mengkhawatirkanmu, mungkinkah kau akan merasa lega, bebas
dan tak pernah menggerutu kepadaku?
Jika aku tak menjadi wanita periang saat
kau selalu diam-diam menatap diriku dari balik jendela itu, mungkinkah kau akan selalu tersenyum
saat kau melihatku diam-diam?
Jika aku tak pernah menyapamu, mungkinkah kau akan tersenyum dan
menyapaku terlebih dahulu?
Jika aku tak bercerita tentang
kehidupanku dan masalahku, mungkinkah
kau akan selalu menyemangatiku dan mendukungku?
Jika aku tak berfikir kritis atau tak
selalu mengomentari percakapanmu, mungkinkah
kau akan menganggap diriku ini mendengarkan percakapanmu?
Jika aku tak pernah sama sekali
mengabaikan pertanyaanmu terhadapku, mungkinkah
kau akan tertawa bahagia melihat aku merespon pertanyaanmu itu?
Jika aku bukanlah honestly woman, mungkinkah
kau tak akan pernah merasakan rasa kecewa yang amat mendalam karena disebabkan
oleh kejujuranku tentangmu dan atau terhadapmu?
Jika aku tak pernah bertemu denganmu, mungkinkah aku tak pernah merasa
kehilangan karena kepergianmu?
Jika aku tak pernah mengenalmu, mungkinkah aku dapat merasakan rasa
yang amat luar biasa karena aku dan kamu pernah saling mengenal?
To be Continued....
(Part of Kisah Kita
telah Usai)
Aqilaffy’s note at Thursday
27-10-2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar